Ngeteh

teh susu untuk malam ini

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…

Malam ini kembali saya ditemani Teh Susu hangat. Tertuang di sebuah Mug bergambar dua ekor kodok kembar sedang tersenyum.

Alhamdulillah,,, malam ini tidak seperti biasanya. Beberapa SMS taushiah menyambangi handphone saya secara beruntun.  Salah satunya dari seorang Kakak di seberang Pulau sana :

“Berbahagialah, karena keimananmu selalu menggenapkan ‘janji-janji’ bahagia. Berbahagialah, karena segala keindahan tertata indah dibalik keimananmu. Berbahagialah, karena wanita beriman tidak pernah meninggalkan dunia dengan sia-sia. Berbahagialah, karena kejayaan itu makin menghampirimu. Berbahagialah, selama iman masih didalam hati. Tak akan ada yang dapat mengusikmu…” [Abu Umar Ba’asyir]

Begitulah bunyi SMS yang dikirimnya. Yang satu ini entah kenapa begitu teresapi. Karena rindu taushiah mungkin. Atau mungkin karena ada hal-hal yang sedang saya pikirkan beberapa minggu terakhir. Hal-hal yang berkaitan dengan diri saya sebagai seorang Muslimah. Saya malah jadi agak asing dengan perubahan-perubahan yang terjadi akibat dari ‘berkelahi’nya pikiran-pikiran di kepala saya.

Sebenarnya ‘perkelahian’ itu lebih kepada akibat dari pertanyaan-pertanyaan diri sendiri, yang ditujukan kepada diri sendiri. Its self. Banyak sekali. Ada pertanyaan retoris, ada pertanyaan penuh harap, ada yang penuh dengan jawaban, ada yang tak terjawab, ada yang menduga-duga, ada macam-macam. “Dimanakah posisi saya seandainya di zaman saya lah perang besar melawan Dajjal dan antek-anteknya itu terjadi?” –> ini juga masuk dalam daftar list pertanyaan yang mengambil tempat di dengkul saya yang konon katanya brilian itu.

Selebihnya saya bingung mau mengetik apalagi. Sama bingungnya mau saya kasih judul apa tulisan rasa nano-nano ini. Karena memang hanya pertanyaan-pertanyaan saja yang mengkontaminasi di hampir semua sudut kepala saya, di antara nya saya malu untuk menuliskannya disini. Lagipula ada sisi-sisi yang terkadang lebih baik hanya Dia dan kita saja yang tau.

Lalu pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan yang timbul dimasing-masing jiwa hanya jiwa-jiwa tersebutlah yang bisa menjawab, dalam artian akulah/kamulah yang memilih. it’s all perfectly about our choices. “Sebuah pertanyaan yang tepat jauh lebih penting dibandingkan sebuah jawaban yang sempurna. Pertanyaan akan memicu penemuan hebat, pemikiran mahsyur, bahkan sebuah permulaan yang agung,” begitu kata Wak Yati [PUKAT, Tere-Liye].

di Bumi, pukul 22:39, 10 April 2010

One thought on “teh susu untuk malam ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s