Uncategorized

The Propaganda – De Propaganda – La Propagande – Die Propaganda

Bismillahirrohmanirrohim…

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…

————————————————————————————-

“Fungsi Propaganda bukanlah sebagai suatu kebohongan dalam latihan keilmiahan individual. Melainkan sebagai suatu upaya untuk memanggil atensi massa terhadap fakta, proses, kepentingan dan lainnya. Melalui Propaganda digunakan untuk membangkitkan dan mendorong semangat yang mengendor. Dalam hal ini, yang paling signifikan, Propaganda bekerja untuk membentuk visi objeknya. Seninya untuk menjadikan setiap individu yakin yang dipropagandakan adalah fakta yang benar. Propaganda bukanlah hanya untuk membangkitkan rasa ketertarikan maasa melalui pendidikan. Bukan pula hanya dengan pendidikan. Melainkan menjadikan pendidikan dan ilmu yang membangkitkan jiwa juang” [Adolf Hitler, Mein Kampf]

Menurut Garth S. Jowett and Victoria O’Donnell, dalam Propaganda And Persuasion,  Propaganda adalah usaha dengan sengaja dan sistematis, untuk membentuk persepsi, memanipulasi pikiran, dan mengarahkan kelakuan untuk mendapatkan reaksi yang diinginkan penyebar propaganda.

Jacques Ellul mendefinisikan propaganda sebagai komunikasi yang “digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, diersatukan secara psikologis dan tergabungkan di dalam suatu kumpulan atau organisasi.” Bagi Ellul, propaganda erat kaitannya dengan organisasi dan tindakan, yang tanpa propaganda praktis tidak ada.

Leonard W. Dobb, sebagai pakar opini publik, menyatakan bahwa propaganda merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh individu-individu yang berkepentingan untuk mengontrol sikap kelompok termasuk dengan cara menggunakan sugesti, sehingga berakibat menjadi kontrol terhadap kegiatan kelompok tersebut.

Propaganda sudah ada sejak awal terdokumentasinya sejarah manusia. Inskrpsi Behistun (515 SM) yang menggambarkan kenaikan Darius I ke tahta Persia merupakan contoh propaganda awal. Arthashastra yang ditulis oleh Chanakya (350 – 283 SM), profesor di Universitas Takshashila, membahas propaganda secara detil, termasuk cara menyebarkan propaganda dan pemakaiannya dalam peperangan. Muridnya, Chandragupta Maurya (340 – 293 SM), menggunakan cara-cara ini untuk mendirikan dan menjadi pemimpin Kekaisaran Maurya.[4] Tulisan karya penulis Romawi Kuno seperti Livy (59 SM – 17 M) dianggap propaganda pro-Romawi yang hebat. Contoh lain adalah The War of the Irish with the Foreigners abad ke-12, oleh para Dál gCais yang menggambarkan mereka sebagai penguasa sejati Irlandia.

Jenis Propaganda

  1. Propaganda agitasi bertujuan agar komunikan bersedia memberikan pengorbanan yang besar bagi tujuan yang langsung, mengorbankan jiwa mereka dalam usaha mewujudkan cita-cita.
  2. Propaganda vertikal dengan melalui media massa
  3. Propaganda horisontal dengan melalui komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi dibanding komunikasi massa.
  4. Propaganda integrasi dengan penanaman doktrin.

Metoda Propaganda

  1. Metoda Koersif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa ketakutan bagi komunikan agar secara tidak sadar bertindak sesuai keinginan komunikator
  2. Metoda Persuasif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa kemauan secara sukarela bagi komunikan agar secara tidak sadar dengan seketika dapat bertindak sesuai dengan keinginan komunikator
  3. Metoda pervasif, sebuah komunikasi dengan cara menyebar luaskan pesan serta dilakukan secara terus menerus/berulang-ulang kepada komunikan sehingga melakukan imitasi atau menjadi bagian dari yang diinginkan oleh komunikator

Teknik-teknik propaganda

  1. Pemberian julukan (Name calling) adalah penggunaan julukan untuk menjatuhkan seseorang, istilah, atau ideologi dengan memberinya arti negatif.
    1. Cap PKI pada penduduk desa tertentu. (Berakibat penduduk tersebut ditangkap karena menganut ideologi yang dilarang pada masa pemerintahan orde baru)
    2. Parade dangdut (Bandwagon) adalah penyampaian pesan yang memiliki implikasi bahwa sebuah pernyataan atau produk diinginkan oleh banyak orang atau mempunyai dukungan luas.
    3. Jutaan orang mendukung aborsi (perhatikan bahwa jumlah orang dan lokasi tidak dinyatakan secara spesifik).
    4. Semua dokter gigi menggunakan Oral B (perhatikan bahwa jumlah dan lokasi tidak dinyatakan secara spesifik).
  2. Teknik transfer adalah suatu teknik propaganda dimana orang, produk, atau organisasi diasosiasikan dengan sesuatu yang mempunyai kredibilitas baik/ buruk.
    1. Sampoerna Hijau, enaknya rame-rame (baca: rokok diasosiasikan dengan persahabatan)
    2. Tebang pilih (Card stacking) adalah suatu teknik pemilihan fakta dan data untuk membangun kasus dimana yang terlihat hanya satu sisi suatu isyu saja, sementara fakta yang lain tidak diperlihatkan.
    3. Penyamarataan yang berkilap (Glittering generalities) adalah teknik dimana sebuah ide, misi, atau produk diasosiasikan dengan hal baik seperti kebebasan, keadilan, dan demokrasi.
    4. Marlboro citarasa Amerika sejati
    5. Manusia biasa (Plain folks) adalah salah satu teknik propaganda yang menggunakan pendekatan yang digunakan oleh seseorang untuk menunjukkan bahwa dirinya rendah hati dan empati dengan penduduk pada umumnya.

Cara ini banyak digunakan untuk kampanye untuk memperoleh kekuasaan politik (kursi presiden, bupati, pemerintah daerah). Biasanya acara telah dirancang sedemikian rupa saat individu yang dicalonkan lewat, maka ia akan mencium bayi, bersalaman dengan orang biasa, hingga memeluk orang papa.

  1. Kesaksian (testimonial) adalah salah satu teknik propaganda yang paling umum digunakan dimana ditampilkan seseorang yang untuk bersaksi dengan tujuan mempromosikan produk tertentu, terkadang dalam kesaksiannya orang yang sama menjelek-jelekkan produk yang lain. [5]
  2. Propaganda dengan perbuatan (atau propaganda aksi, b. Inggris: propaganda by the deed, b. Perancis: propagande par le fait) adalah sebuah konsep tradisional anarkis, yang berkembang diera akhir abad ke-19, yang mempromosikan tindakan kekerasan secara fisik melawan musuh-musuh politik dan dilakukan baik oleh individu maupun kelompok, sebagai cara untuk memberikan inspirasi terhadap massa dan mendorong terjadinya revolusi.

Propaganda yang paling berhasil adalah propaganda yang akan mendorong manusia untuk beraksi atau sebaliknya memperkuat sesuatu yang tadinya sudah diyakini oleh manusia sebagai kebenaran, kemudian dijadikan sedemikian hingga orang itu tidak lagi mempercayai kebenaran tersebut dan menjadikannya malas melakukan kebenaran yang sebelumnya telah ia yakini.

Efek globalisasi dan kreatifitas manusia yang dari waktu ke waktu meningkat melahirkan semakin banyaknya alat-alat propaganda yang diciptakan. Tidak hanya lewat televisi, radio, kini setiap orang dapat dapat mempropagandakan apa yang diusungnya melalui blog/web/jejaring sosial pribadi, melalui apa yang dipakainya, seperti T-Shirt, jaket, kemeja yang berisikan rangkaian kata dan gambar apa yang diyakininya. Media Massa bahkan memiliki “tanggung-jawab” tertinggi atas efek propaganda yang mempengaruhi kepala masyarakat.

Penulis buku The Making of Modern Zionism, Shlomo Avineri, keberhasilan Theodor Herzl dalam membesarkan Gerakan Zionisme 50 tahun terakhir ini adalah karena ia menguasai senjata paling penting dalam Abad 20. Senjata itu bernama, Media Massa, Lobby Politik, dan Public Relation.

Dejar que la juventud del Islam, es hora de actuar!

Dirangkum dari :

——————————————————————————-

“Kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang dirubah sedikit saja. Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya.”

[Jozef Goebbels, Menteri Propaganda Nazi di zaman Hitler]

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s