Uncategorized

mencintai atau tidak (?)

Bismillahirrahmanirrahim…

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…

—————————————————————————————————–

Mencintai itu ada konsekuensi. Karena setiap perbuatan menimbulkan konsekuensi. Bahkan diam pun memiliki konsekuensi.

———————————————————————————————

Setitik cerita dari lautan kisah dalam rentang waktu seminggu. Ada banyak pelajaran yang saya peroleh minggu ini. Semoga membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi saya dan orang-orang sekitar saya. Kali ini, menguras perasaan. Tak sangka menemukan cerita ini lagi. Padahal rasanya baru kemarin saya menemukan cerita yang sama. Katakanlah orang terdekat, sudah saya anggap seperti ibu sendiri di tanah rantau ini, karena usia yang terpaut jauh. Beberapa hari yang lalu air matanya luruh di depan saya. I’m shock! Sosok ceria ini ternyata menyimpan masalah yang begitu menguras perasaan.

Tak perlu lah saya ceritakan masalah apa. Tapi cukup membuat saya bersedih nian karena ikatan hati yang sudah sedemikian kencang. Ketabahan dan keikhlasannya bukan menggembirakan saya, entah kenapa malah menambah sedih perasaan saya.

Salah satu pelajaran yang begitu kuat saya tarik dari ceritanya adalah, pengkhianatan itu terjadi karena lemahnya iman. Apapun itu. kerontangnya iman membuat manusia gampang mengingkari janji, gampang mengkhianati, sekalipun itu sebuah ikatan kokoh yang dipersaksikan oleh Allah.

Ah, saya jadi berpikir-pikir lagi perihal ikatan kokoh ini. Sempat berpikir tolol dan pengecut, apa lebih baik tak usah mencintai, biar salah satu konsekwensinya, siap-siap kehilangan, tak dihadapi. Bagusnya pikiran itu hanya “sempat”, belum permanen. Tapi memang menimbulkan rasa lain di perasaan saya, rasa ingin, juga ragu, juga tak acuh.

Pesan penting lainnya adalah jangan terlalu mencintai. Karena perkara terlalu atau berlebihan akan mengakibatkan keburukan. Jika saya bilang “makanya, bagus ga usah mencintai!”, tak usah dengar, berarti ketololan saya belum pulih benar. Kau tau kenapa? Karena kau memilih mencintai atau tidak akan tetap ada konsekuensi. Kalau masih merepet perihal ini, kau baca ulang dari atas, baca Bismillah, lalu baca dengan jernih preambule ku itu.

Dan pesan penting lainnya lagi. Jika kau ingin menyakiti seorang wanita, dua orang wanita, tiga orang, atau bahkan seribu wanita, maka sebelum melakukannya ingat saja dulu seorang wanita, ibumu, ibumu, ibumu!

-yang terangkum dari kisah panjangnya-

RaByTah Anak Ayah Emak

Pengamat Langit

One thought on “mencintai atau tidak (?)

  1. Turut berduka atas kesedihan siapa saja yg merasa dikhianati.
    Semoga kisah ini juga bisa jadi pelajara bagi saya agar ke depan jangan sampai mengkhianati dan dikhianati……

    Wah….. rupanya lebih banyak aktif di Blog ini ya Mbak…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s