Uncategorized

penghujung sore

Kadang merasa seperti penjilat, pendosa, atau apapun nama yang kau sematkan di dada orang-orang seperti aku. Ketika sedih menghadap pada-Nya, ketika senang sesaat lupa pada Maha Kelembutan-Nya. Aku biarkan jika kau anggap demikian. Karena seburuk apapun seseorang, memang ketika menghadap kepada-Nya lah hati menjadi tenang, walau malu, hanya ketika menumpahkan segala kepada-Nya lah jiwa menjadi lega. Ketika berada di dekat-Nya lah sedu sedan termanjakan.

Dia lah yang tau semua kekurangan diri, dan Dia pula lah yang mengetahui segala rahasia hati, Dia pula lah yang menyimpannya dengan rapi, dan Dia tetap terbuka ketika sosok dhaif nan hina datang kepada-Nya tertunduk dengan guncangan kaku bahunya, tersedu sedan, menangis di hadapan-Nya. Dia selalu ada, tak pernah menghindar.

Rodhiitubillahirobba wabil Islaami diina wabi Muhammadin nabiyya warosuulaa…

di Bumi, Penghujung Sore, 20 Mei 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s