Ngeteh

Cerita Pagi : Setelah Pindahan

Bismilahirrahmanirrahim…

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang…

————————————————————————————–

Alhamdulillahirabbil’alamiin. Baru pindahan ke rumah akhwat dengan 3 anak yang lucu-lucu (Fadhil, Farhan, dan Cinta). I call her “ibu”. Ditempatkan di lantai atas dengan direct-view LANGIT.😀 You’ve got your place, Pengamat Langit. Pas deh.

Setelah kemarin kerja rodi bareng kak riza bantuin pindahan, akhirnya kelar juga. Tinggal nyicil barang-barang kecil lainnya. This place very homy. Tadi pagi pas berangkat ke kantor langsung disambut Cinta, anak perempuan Ibu yang paling kecil (2,5 tahun).

Ibu : “Ra, tadi malem Cinta kebangun. Mimpi. Pas bangun langsung nanyain Amah nya tuh.”

Bah! Pagi-pagi si Cinta udah bikin mesam-mesem. Berasa gimana gitu dimimpiin *ngences*. But anyway, i feel better now.

Seperti langit pagi ini. Setelah pulau kecil ini kemarin abis-abisan diserang pasukan cumulunimbus beserta anak buahnya, hujan. Pagi ini subhanAllah, langit cerah. Begitulah hidup. Hehheh. Simpel jiddan saya memaknainya. Bersama kesulitan ada kemudahan. Innama’al ‘usri yusraa…

Tentang orangtua dan soal itu. Bukan soal yang satunya, tapi yang itu. last discussion my mom just said, “Kalo ra yang disakitin orang, Ayah sama Mamak yang paling sakit.” Hoho, entah ini pake jurus apa, tapi manjur, i can’t say any words at this moment. Tapi teteup mah, keinginan menyambung tali silaturrahim antara Poltek dan USU masih kenceng, hehheh… akan kukejar ilmu sampai ke negeri spanyol (eh?).

Dan nasehat seorang teman tadi malem, “ridha orangtua Ra…” juga senyum tenang bapak-bapak tukang es buah menjadikan dengkul dan hati lumayan dingin. Ditunjang lagi suasana baru tempat tinggal sekarang. Ya, mungkin yang saya butuhkan memang sebuah nasehat yang menyejukkan. Sudah lama tidak mendapatkannya.

Mengenai pekerjaan? Hohoho.. it sounds difficult guys. Semua rekan kantor saya berasal dari jenis laki-laki (mudah-mudahan), berstatus bapak-bapak, hampir menjadi bapak, dan juga ada yang berstatus perjaka merana. Agak menyebalkan ketika mereka memulai pembicaraan. Pasti deh ga jauh-jauh dari “kehidupan-rumah-tangga”.  Mana saya perempuan sendiri. Tapi lama-lama jadi sebodo teuing. Ini om-om pada kesepian kali ya (_ _!) Seolah-olah saya diwajibkan memiliki setiap pengetahuan dodol bin asem yang mereka punya. Sungguh menyebalkan dan tidak beradab.

And at last. Pagi ini berangkat ke kantor disambut matahari terbit diujung garis laut, ditemani payung langit dan pemandangan pulau yang indah jiddan….. SubhanAllah rabbiyal a’laa…

I’ve gotta work =) Ada banyak cerita, tapi jika ada waktu kembali akan kutorehkan lagi dibumi ini :D

Que la vaya bien!! Merdekaa!! :D

Pengamat Langit

Bumi, di ujung garis laut, 23 Mei 2010

btw kemarin semua tukang es buah langganan saya ga’ jualan *penting*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s