Ngeteh

Risalah Mencuci

Bismillahirrahmanirrahim…

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang…
——————————————————————————–

Menyadari bahwa kegiatan mencuci adalah kegiatan yang dapat mempengaruhi kinerja pembangun peradaban. Maka aku sebagai seniman segala seni ingin memberimu beberapa tips. Agar kegiatan mencucimu menjadi ringan dan terutama penuh kenangan. Sehingga kau menjadi ingin lagi, ingin lagi, ingin lagi dan ingin lagi mencuci. Sejenis candu seni yang sanggup membuatmu merasa seperti Leonardo Da Vinci atau Van Gogh selepas melakukannya.

Jangan pernah anggap sepele pekerjaan satu ini. Karena jika sepele, tak mungkin salah satu kawan kuli ku mengatakan, “Lebih baik nyangkul daripada nyuci!”.  Sungguh perkataan yang sangat berani dan penuh ambisi. Tapi sayang, sangat tidak bertanggungjawab. Ini adalah salah satu bentuk kemunduran kualitas seni dalam berkata. Aku jamin! Kalau semua pemuda berkata demikian, maka cukup dengan masa 2 minggu kita akan mundur 3 peradaban. Mengerikan bukan. Karena jika semua pemuda milih nyangkul, lantas siapa yang nyuci?!!

Ini peringatan ku yang terakhir. Jangan pernah anggap sepele! Karena (sekali lagi) jika sepele maka mengapa banyak pemuda-pemudi yang bertekuk lutut di depan cucian-cucian tak beradab ini? Mengapa akhirnya banyak pemuda-pemudi yang akhirnya patah arang, mundur dari medan per-cucian dan sementara cucian-cucian tersebut mengejek dari balik punggung mereka yang gontai melangkah, kalah!

Maafkan aku jika terlihat emosi. Aku memang agak labil jika membahas pasal cuci mencuci ini. Tapi ini adalah wujud konsistensi ku dalam mewujudkan dunia yang bersih, tanpa polusi, dan bebas ghibah. Loh?

Begini Kawan. Kalau semua ibu-ibu dan para perawan lebih fokus sedikit saja dengan cucian mereka, aku jamin hal tersebut dapat mengurangi bau-bau mulut ataupun karbondioksida yang keluar dari mulut mereka, dan tentu saja dampak yang paling signifikan terlihat adalah berkurangnya korban-korban pemakan bangkai. Lagipula tanpa bergosip cucian mereka jadi lebih cepat selesai. Dengan begitu mereka dapat menyimpan energi untuk melanjutkan kegiatan lain, seperti memandikan anak-anak, mencari kutu, memasak, membahas Nailul Awthor Imam asy-Syaukani, diskusi publik ibu-ibu mengenai isu terkini atau bercanda dengan suami.

Mencuci terlihat sepele. Padahal ia adalah sebuah pekerjaan mulia, salah satu dongkrak pembangun peradaban jika dikerjakan secara istiqomah, fokus dan tenang. Ingatlah perkataan Nabi kita yang mulia, bahwa “Bersuci adalah sebagian dari iman.” (HR Muslim)

Aku harap kau sudah paham mengenai urgensi mencuci yang telah aku sampaikan. Bagaimana ia begitu memiliki peran vital dan pengaruh terhadap pembangunan peradaban. Jika telah meresapinya dengan baik dalam hati dan dengkulmu, maka kau boleh membaca Risalah Mencuci yang telah kutuliskan dengan penuh cinta dan keringat ini. Bacalah dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Khawatir jika terlalu lama akan membuat dirimu menitikkan air mata haru. Jangan sampai itu terjadi. Simpanlah air mata mu untuk hari akad mu nanti. Hal itu sangat berguna di depan mertua.

Berikut adalah tips-tips mencuci yang hendak aku sampaikan daritadi, kunamakan tips-tips ini “Mencuci Dengan Cinta” (pret..). Sebelum kau baca capek-capek, Risalah Mencuci ini bukan untuk pengguna benda-tak-beradab-lagi-tak-berseni mesin cuci. Sejujurnya Opung dan Ibu ku tak memakai benda ini, karena penilaian mereka mencuci dengan mesin cuci ga’ bersih, jadi mesin cuci hanya teronggok sampai berkarat di rumah. Begitu juga aku. Tapi kalau aku lebih dikarenakan tidak mampu membeli. Memang kelihatannya ga’ bersih sih, tapi kalau dikasih gratis ga’ nolak juga.

Baik, cukup sudah aku bertele-tele. Berikut adalah tips-tips penuh cinta untuk membantai cucian :

  1. Setting waktu. Pilihlah waktu dimana kau benar-benar nyaman dan begitu berhasrat ingin menghajar cucian. Kalau aku biasanya sore hari. Dimana merah senja masih sedikit mewarnai langit. Sayap-sayap burung walet masih berkibar di angkasa, belum pulang ke sarang. Biasa aku memilih saat cuaca cerah. Bisa dibilang suasana Kegiatan Mencuci ku sangat romantis. Tapi kalau mau pilih waktu hujan boleh juga. Apalagi jika suasana hati mu sedang merah jambu atau merah darah.
  2. Setting suasana. Setelah kau menyetting waktu, maka setting suasana saat kau mencuci. Rock, pop, mellow, penuh tangis, tragedy, romatis, penuh darah, amarah, pokoknya suka-suka mu lah. Tombol ada ditanganmu. Salah satu poin yang tak pernah disadari orang banyak, mencuci sungguh dapat menjadi pelampiasan gejolak hati mu.
  3. Musik? Bisa dengan atau tanpa. Ini bisa juga bisa membantu mencetak suasana mencuci impian mu. Pilihan sih terserah mu juga. Bisa muter Lagu-lagu Shoutul Harokah, Merah Saga dan Ini Langkahku termasuk pilihan yang ku rekomendasikan. Atau bisa juga muter lagu-lagu daerah, seperti Sinanggar Tullo, Butet, dan lain-lain. Lagu cadas sampai yang romantis juga boleh. Dapat menghemat air jika kau sampai termehek-mehek karena terlampau meresapi lagunya.
  4. Perlengkapan pembantu. Tentu saja ember dan teman-temannya. Minimal sebagai seorang pembangun peradaban muda sekaligus pencuci belia, kau harus memiliki 2 buah ember untuk mencuci. 1 ember fardhu ‘ain, 1 ember lagi mubah. Jangan lupa Detergent dan sikatnya. Dan jika kocek mu sedikit berlebih, tak ada salahnya membeli softener, itu adalah perbuatan yang mulia.
  5. Posisi. Posisi menentukan nilai.  Dalam dunia percucian memang benar begitu adanya. Salah posisi mencuci akan menyebabkan kau mudah lelah. Jadi ambillah posisi senyaman mungkin saat melibas pakaian-pakaianmu. Bisa memakai bangku kecil atau bisa juga cuma jongkok. Soalnya ada beberapa species manusia yang kalau pakai bangku malah capek, termasuk aku. Sambil duduk juga terserah. Pokoknya jangan berbaring.
  6. Setting tempat. Ini sekedar saran. Jika ada pilihan ketika mencuci pilihlah tempat yang terbuka. Jangan mencuci di dalam kamar mandi atau tempat tertutup. Karena dapat membatasi inspirasi. Atap langit akan membuat dengkul mu seluas langit, akan menetralisir gejolak-gejolak merana dari yang kesepian, dan tentu saja akan mengingatkan mu pada-Nya. Tapi kalau memang tak punya pilihan lain. Maka kamar mandi pun tak apa. Sebagai sesama KOSer aku mengerti. Intinya sih, gunakan setiap waktu untuk mencetak sesuatu, selain cucian bersih juga ide segar.
  7. Jika kau sejenis ibu-ibu, lelaki-lelaki, atau perawan-perawan yang suka mencuci secara berjama’ah. Maka yang terpenting dari yang paling penting adalah HINDARILAH PERCAKAPAN YANG TIDAK PENTING, alias bergosip alias berghibah alias menggunjing alias memakan bangkai saudara sendiri. Percakapan yang tidak penting sungguh akan menguras energi mu. Seharusnya selesai jam 4 sore, tapi gara-gara mulutmu lebih besar dari ember cucian mu, bisa jadi selesainya setelah maghrib, bahkan tidak selesai. Jadi FOKUS itu penting, apapun yang kau kerjakan.
  8. Mengadakan diskusi dengan sesama teman senasib mu juga tak ada salahnya. Siapa tau kalian bisa berbagi metode-metode atau konsep-konsep terbaru dan dunia percucian.
  9. Dan jangan lupa silaturrahim dan berbagi ilmu dengan senior-senior mu di bidang percucian. Silaturrahim insyaAllah membawa jodoh berkah.

Telah disampaikan Risalah Mencuci dengan selengkap-lengkapnya. Lebih dan kurang sila bila hendak ditambah atau dikurangi. Semoga Risalah Mencuci ini dapat membawa kemajuan di dunia per-cucian.

RaByTah

Pengamat Langit

http://rabytah.multiply.com/journal/item/78/Risalah_Mencuci

One thought on “Risalah Mencuci

  1. Wah..wah..wah.. Ternyata hanya soal nyuci saja bisa jadi cerita menarik. Ada tips-tips mencuci yg baik dan benar yg ditulis oleh seorang ‘Ahli Cuci’ ( buka tukang cuci..! ).

    Kalo saya hampir tiap hari mencuci walau cuma satu setel pakaian, biar cucian gak menumpuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s