Uncategorized

Keluarga

Ada persamaan yang begitu mirip antara Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid pada roman muka dan tinggi badan. Begitu dekat kemiripan pada dua pemimpin ini, sehingga mereka yang tidak hati-hati ketika berbicara pada Khalid mengira tengah berbicara dengan Umar.

Kemiripan itu bukan semata pada roman muka dan tinggi badan. Kemiripan itu mencakup ciri kepribadian dan kekuatan jiwa. Keduanya dapat dikatakan ksatria-ksatria yang sebenarnya. Bila kita ingat kata kstaria, maka kata itu akan kita sematkan pada diri Khalid dan Umar dengan kadar yang sama.

Di tengah segala kemiripan itu, ada perbedaan pada akhlak dan cara berpikir. Pada Umar, segi kejiwaan, akhlak atau kewibawaan lebih menonjol. Umar seorang ksatria yang akhlaknya bersifat hati-hati lagi bijaksana. Sedangkan Khalid adalah ksatria yang akhlaknya bersifat menyerang dan mendobrak. Inilah mengapa Umar tak pernah diangkat menjadi Panglima Perang. Sedangkan Khalid, belum genap Islamnya 3 bulan, ia telah dipercaya memimpin Perang Mut’ah.

Perbedaan pada dua pemimpin ini dilatari banyak hal. Di antaranya adalah perbedaan pada keluarga mereka. Keduanya berasal dari keluarga berbeda. Umar bin Khattab dibesarkan dalam keluarga Bani Adi. Keluarga ini masa jahiliyah menjadi tempat orang minta putusan perkara. Mereka punya kemampuan menyelesaikan persengketaan. Di masa kecilnya, Umar begitu akrab dengan keserakahan dan kezaliman dari Bani Abdisy Syams yang sangat kejam sehingga disebut dengan sang peminum darah. Tapi keluaga Umar tak kuasa menahan kezhaliman itu karena jumlah mereka yang sedikit. Maka, tertanamlah dalam dirinya perasaan yang menggelora untuk memadamkan kezhaliman. Rasa cinta pada keadilan dan sikap bijkasana, tumbuh subur seiring dengan mekarnya jiwa keksatriaannya.

Sedangkan Khalid, besar dalam keluarga Bani Makzhum. Mereka adalah orang-orang kaya yang hidup mewah dengan hobi unik, yaitu perang. Pada zaman jahiliyah, mereka sering dipercaya untuk mengurus pasukan kuda dan logistik persenjataan. Dalam iklim inilah jiwa kepribadian Khalid tumbuh lalu mekar membesar. Maka, lahirlah dua pribadi yang menonjol pada dua pimpinan ini. Umar lebih cenderung pada sifat sederhana yang terpuji, sedangkan Khalid lebih mengarah pada kesenangan yang dihalalkan.

Muara perbedaan kedua pemimpin itu terletak pada keluarga. [Hepi Andi Bastoni]

Dari kolom Tafakur Majalah SABILI edisi No. 3 TH. XV 10 Sya’ban 1428

—————————————————–

“Keluarga adalah sekolah pertama.”

3 thoughts on “Keluarga

  1. Pingback: Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s