Uncategorized

Kamu Jilbab Gede kok Facebook-an? [Catatan Perjalanan Part 1]

Ditemani segelas Teh Rosella panas dan rinai hujan, suasana yang cocok untuk mengistirahatkan badan. Namun akhirnya memaksa diri untuk menulis. Sedikit  memaksa. Padahal banyak yang ingin dituliskan. Blog menganggur, begitupun tangan. Padahal ia rindu  menari lagi diatas keyboard notebook maroon nan eksotis itu. Ah, cerita apa sih saya.

Jadi kita mulai dari awal perjalanan saja. It’s start on 07 July 2010. Saya tugas ke Brastagi dalam rangka rekonsiliasi keuangan BMKG semester 1. Pengalaman pertama melototin laporan keuangan sampai jam 2 malam.

Bermula saat seluruhnya berkumpul di Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, sebelum beranjak ke Medan. Sambil menunggu saya bermain dengan benda yang namanya komputer sejenak. Buka-buka twitter, facebook (fb), goodreads, multiply (mp), all my social accounts, hiyah, begitu banyaknya. At last, saat saya sedang membuka-buka facebook, salah seorang rekan lelaki yang duduk di belakang menyernyit lantas terlontar lah kalimat diatas, “Kamu jilbab gede kok facebook-an?”

Ha? Saya mengernyit indah. Mau marah? Ga kok. Sedikit banyak perjalanan mendidik saya sedikit demi sedikit, marah menyumbat hikmah. Jadi saya senyum mahfum, walau keki juga. A little discussion is created at that moment.

Lamat, namun memang jadi renungan tersendiri buat saya. Walau sebenarnya ada protes dalam hati dan mulut,  urusan jilbab ku sama facebook yo opo tho mas. Tapi bingung juga kenapa ada terbesersit rasa malu di hati gara-gara ucapannya tersebut. Hal ini berakibat semakin miskinnya komen dan keberadaan saya di dunia maya akhir-akhir yang lalu.

Dipikir-pikir jika ada yang mendeklarasikan diri di status atau quick note-nya “mau puasa fb and mp”, menurut saya itu salah indikasi kecanduan fb atau mp. Seperti biasa, ga’ semua, tapi ga’ sedikit juga. Seperti saya lah. Dulu-dulu perasaan kalo ga’ setor muka di mp ada yang hilang, ada yang aneh. Saking getolnya akhirnya buat program puasa 3 hari dari MP. Ya ampun, sampai segitunya saya.

Kenapa saya begitu? Tepatnya karena mulai banyak waktu yang kosong. Jadi bingung mau ngapain. Menganggur itu penyakit, begitu kata Ibnu Qayyim al-Jauzi.

Padahal seharusnya dengan banyak nya waktu yang kosong, harusnya saya sudah mencetak karya. Rasanya itu yang membedakan saya dengan Zaid bin Harits, ia menguasai banyak bahasa hanya dengan hitungan minggu. Itu juga yang membedakan saya dengan Imam Syafi’i. Ia menghafal al-Qur’an dalam usia belasan tahun. Saya sudah 23 tahun masih 2 juz pun belum genap, itu juga masih belepotan. Terlalu. Itu yang membedakan saya dengan mereka, mereka memanfaatkan waktu dengan maksimal, saya tidak (_ _!)

Sebenarnya jejaring social ini jika difungsikan dengan baik akan membawa mashlahat tak hanya bagi diri sendiri. Pembahasan rincinya cari sajalah, saya rasa sudah banyak yang membahas secara detail. Karena tak saya pungkiri, dunia maya juga membawa pendewasaan bagi saya. Banyak karakter orang yang saya jumpai.

Banyak pula rekan-rekan yang saya kenal dan jumpai, berpotensi untuk melakukan hal-hal besar, sayangnya malah terjebak di antara ke-oot-an yang tercipta atau diciptakannya sendiri di dunia maya. Alhasil esensi tulisan yang disampaikannya pun hilang tak berbekas. Salah satu dampak buruknya.

Juga tak jarang saya mengetahui urusan suami istri sedang ngambekan lewat media facebook. Tau darimana? Ya soalnya bales-balesan status di facebook. Wajar dong orang lain tau.

Saya jadi keinget salah satu artikel, kalo ga’ salah judulnya Facebook bikin bodoh / Facebook untuk orang-orang bodoh. Aduh, lupa saya yang mana satu. Yang ngepost kak Setobuje, I read it on his wall. Ini ga’ berlaku buat facebook aja. All social networks kalau sampai membuat kita lupa pada hal yang lebih urgent itu sudah menunjukkan gejala bahwa social networks sukses menjadikan kita goblog. Hohhoh.. tragic.

Jadi ini catatan perjalanan saya yang pertama. Ketika perjalanan baru dimulai saya malah dapet kata-kata nampol. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik lagi… Allahumma aamiin…

*semoga catatan perjalanan jilid selanjutnya bisa tertulis, mengingat mood nulis yang naik turun -_-*

Ra By Tah

Pengamat Langit

http://rabytah.multiply.com/journal/item/87/Kamu_Jilbab_Gede_kok_Facebook-an_Catatan_Perjalanan_Part_1

6 thoughts on “Kamu Jilbab Gede kok Facebook-an? [Catatan Perjalanan Part 1]

  1. mmm……mmmm…..
    sungguh terlalu……rewind to 1 years

    “wah kak keren ya, boleh saya copy artikellnya”
    “wah kak artikel fbnya sangat bermanfaat,saya bakal matiin accountnya”…

    perubahan itu perlu tapi….anda yang menentukan perubahan itu

  2. waktu dulu saya cek n ricek tentang fb (sebelum akhirnya memutuskan cabut permanen dari sono), saya ketemu tulisan ini:
    http://humairamarby.wordpress.com/2009/06/15/facebook-dulu-ditendang-kini-disayang-propaganda-membenci-ulama/
    dan beberapa tulisan senada lainnya dari penulis yg sama.
    wallahu’alam…
    jadi hmm… terus terang saya juga bingung, kamu kok fesbukan dek?🙂 *tolong dijawab yah, jadi bisa buat bahan pertimbangan juga apakah selama ini saya terlalu “parno” sama FB*

    1. @ kak DP
      sebenernya sebelumnya aq dah lama punya fesbuk kak, 2008, trus ku deactivated, jaman2 sebelum fesbuk terkenal kek sekarang, blum ada “pencetan” buat ngapusnya
      d aktikan kembali karena semula nya itu account gabungan dengan teman ku, nita, kami buka bisnis butik bareng, account fb itu salah satu sarana kami jualan, prmosiin barang gitu

      mengenai fesbuk? hmm… kalo mw jujur memang agak mengerikan, seperti yg kusebutkan d atas kak, banyak hal privasi yg dpblish d fesbuk, banyak yg niatnya berdakwah malah jadi latah ikut2an oot (nauzubillah, moga qta terlindungi)

      actually aq lebih aktif d multiply ketimbang d fesbuk😀 d multiply bisa ngeblog, ajang diskusi jg lebih serius disana tp tetap renyah
      visit –> http://rabytah.multiply.com/

      1. kakak pernah kok mampir ke MPnya ira^^ soalnya tulisan ira bagus2x dan ira pernah nulis di humairamarby.wordpress kalo ira punya MP.
        back to fesbuk… hmm… kayaknya sementara ini kakak masih prefer gak ikutan lagi deh hehehe… *walopun emang kadang merasa terpencil juga sih hiks*

  3. aku justru kenal dengan banyak orang lewat facebook,karena aku nggak punya banyak temen di dunia nyata,ak berusaha untuk nggak menyalahgunakannya.hmf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s