Uncategorized

Sambil menunggu segelas bandrek susu [dan masa lalu]

Di sebuah percakapan via telepon seorang teman tiba-tiba bertanya kepada saya, “Menurut kamu, jika seseorang punya masa lalu yang buruk, apa kamu akan menerimanya?”

Entahlah. Walau menimbulkan tanya, tapi tak menarik saya untuk mencari penyebab dari timbulnya pertanyaan ini. Bagi saya, masa lalu hanyalah bagian bab yang lalu dari kehidupan.

Jadikan masa lalu sebagai pelajaran. Pasti kamu sangat familiar kalimat ini. Atau mungkin yang ini, Masa lalu (kenangan) ibarat spion, jangan sering-sering dilihat, nanti yang didepan malah tak kelihatan. Kalimat inipun pasti kamu kenal dengan baik. Enteng di lidah, (namun) lumayan susah diaplikasikan. Karena tak jarang ada yang masih saja terjebak di lubang yang sama.

Saya jadi inget kisah Umar bin Khattab. Ingat kan masa jahiliyahnya. Sebelum masuk Islam beliau pernah membunuh anak-anak perempuannya. Tapi coba lihat ketika Umar bin Khattab masuk Islam. Tidak ada yang meragukan keshalehannya, beliau adalah salah satu sahabat utama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lantas apa ada pada zaman itu yang masih aja recok membahas masa lalunya. Ga ada kan. Jangankan manusia, setan aja segan sama Umar ra. Sampai-sampai di suatu riwayat disebutkan, Jika Umar ra. melewati jalan yang satu, maka setan lebih memilih menyingkir mengambil jalan yang lainnya.

Begitupun Khalid bin Walid. Siapa yang tak kenal dengan Khalid ra, pada zaman jahiliyyah nya Khalid merupakan salah satu manusia yang selalu berhasrat ingin memerangi Rasulullah, tapi lihat ketika beliau masuk Islam. Siapa tak kenal dengan keberanian dan kegagahan salah satu Panglima besar yang tercatat dalam sejarah Islam ini.

Jadi kesimpulannya, dirinya yang sekarang itulah yang terpenting. Jika ia telah pun baik dan berubah. Masa’ yang dibahas masa lalunya aja. Atau menjadikan alasan penolakan (untuk menikah misalnya) karena masa lalunya. Kalau mau cari yang ga pernah ada salah, mau nikah (atau berteman) sama siapa?…

Begitulah kira-kira. Catatan singkat malam ini sambil nungguin adek saya beliin bandrek susu. Moga bermanfaat. Koreksi boleh, saran boleh, sumbang dana apalagi.

-still learning for something ‘til tonight-

http://rabytah.multiply.com/journal/item/91/Sambil_menunggu_segelas_bandrek_susu_dan_masa_lalu

2 thoughts on “Sambil menunggu segelas bandrek susu [dan masa lalu]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s