Ngeteh

Sang Pencuci

saatnya melibas cucian hingga ke dasar baskom cucian. Tak kan surut hingga titik deterjen terakhir. Akan berhenti kalau aer di kosan mati. Itu adalah janji suci para tukang cuci.

inilah wahai tuan
kami kumandangkan syair hati dari sang pencuci
genderang tlah pun ditabuh
maka saksikanlah…

di kosan, minggu pagi, bersama tumpukan cucian, 26 Sept’ 10 (8.30 am)
*sempet juga ngepost

5 thoughts on “Sang Pencuci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s