Uncategorized

“Tapi kenapa cuma kau yang tak melihat itu semua?”

“Kau memiliki istri yang mencintaimu, anak-anak yang menyayangimu, keluarga dan sahabat yang setia padamu. Tapi kenapa cuma kau yang tak melihat itu semua?” -Fiona

Dua baris kalimat diatas adalah salah satu dialog di Film Shrek : Forever After, saat Shrek merasa bosan dan marah karena tidak puas dengan kehidupannya.

Ada kalanya mungkin kita menjelma seperti Shrek, apalagi saya. Menyadari, makna “jenuh” yang sering hinggap di diri ini terkadang akibat sikap yang kurang bersyukur. Menuntut Allah tanpa bertindak. Ingin berguna tapi tak berupaya. Padahal telahpun Allah hamparkan fasilitas dan potensi. Tapi bibir dan hati yang mengeluh kesah menutup semua yang Dia berikan. Akhirnya bosan menduduki tahta.

Duhai diri. Allah telah jua memberi obat. Sebuah pesan singkat, Dia tak akan merubahmu hingga engkau berupaya merubah dirimu sendiri. Obat kejenuhan itu adalah berbuat.

Sudut Bumi, 24 Januari 2011 (21.41)

http://rabytah.multiply.com/journal/item/107/Tapi_kenapa_cuma_kau_yang_tak_melihat_itu_semua

5 thoughts on ““Tapi kenapa cuma kau yang tak melihat itu semua?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s