Ngeteh

Status 1 vs Status 2 vs Status 3 dst…

Status mu harimau mu. Karena tulisan perwakilan hati dan mulut. Perkara status versus status ini dulu pernah dibahas oleh salah satu rekan saya sesama multiplier, Om Anes (http://aneshusen.multiply.com). Om Anes mengkodefisikannya menjadi Kijang 1 vs Kijang 2 vs Kijang 3 dll. Tafsir dari kode ini adalah :

Ketika Kijang 1 “merasa” tersindir dengan status/quicknote/journal yang diposting oleh Kijang 2, maka Kijang 1 “membalas” membuat status/quicknote/journal yang bertujuan untuk menyindir Kijang 2. Eh ternyata saudara-saudara yang tersindir bukan hanya kijang 2, tetapi kijang 3 dan kijang 4 yang entah darimana asalnya ikut tersindir. Kijang 2, 3, 4 pun berbuat hal yang sama seperti kijang 1. Dan ternyata lagi saudara-saudara, yang tersindir malah kijang 5, 6, 7, dan 8. Akhirnya makin banyak kijang-kijang yang bertebaran di dunia maya.

Itu tafsir bebas. Ini hal nyata. Dulu banget, saya juga pernah melakukan kesalahan yang sama. Saya pernah posting quicknote yang isinya keluhan tentang contact Facebook saya yang berbalas  status dengan pasangannya, sampai satu komplek facebook tau kalau mereka lagi berantem, padahal itu aib keluarga mereka. Ujug-ujug saya bukan menyelesaikan masalah, karena ternyata justru contact saya di Multiply yang tersinggung.

Tentu saja masalahnya di saya. Kalau niat menyelesaikan ya tegur langsung dengan cara yang baik pada yang bersangkutan. Lagian masalahnya di Facebook kenapa saya ngepostnya di Multiply coba (sumpah saya nyesel banget). Akhirnya cuti dari Multiply.

Tidak sekali. Dulu-dulu pernah juga saya ngepost status yang inti isinya : “if you feel uncomfort with me, please remove me from your friendlist.” Terakhir-akhir yang message ke inbox banyak Sampai seorang teman saya ngomong : “It’s just not like you at all, Ra.” Tobat.

Dan tak jarang pula perkara “status” akhirnya malah membongkar aib sendiri. Merasa ini, adukan kesini, yang disana merasa, buat status yang sama, yang kesinggung beda, adukannya ke yang lain pula, bidikan utama yang ingin disinggung malah tak merasa apa-apa. Jyah! Panjang😀 Masalah bertambah. Baiknya seorang Muslim jika tidak bisa berkata yang baik, maka diam adalah yang terbaik.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam…………” (hr. Bukhari – Muslim)

Jadi tak heran lahir “pribahasa” Status mu adalah harimau mu. Karena efeknya mewabah. Oleh karena itu, ada baiknya hindari menulis status pada saat pikiran kita kusut atau sedang marah dan kesal pada seseorang, apalagi jika itu pasangan kita. Karena hal yang sangat mengkhawatirkan jika seseorang lebih nyaman mengkomunikasikan masalah keluarga pada facebook ketimbang dengan pasangannya sendiri.

Tips lain yang saya dapat dari salah seorang Penulis adalah, hidden his/her post. Ini saya lakukan kalau postingan seseorang sudah sangat mengganggu, atau mayoritas postingan isinya keluhan. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya kita juga menghindari menulis “status atau note-note yang tidak punya penyelesaian”. Apa itu?

Ini contoh : “Rambut kok diwarna-warnain kaya’ gulali.”

Ada baiknya yang kita posting adalah sebuah tulisan pencerahan yang bisa berisi efek rambut diwarnain, atau seperti apa mewarnai rambut yang diperbolehkan. Yang baca juga tercerahkan, minimal kita sudah menyampaikan. Kadang maksud hati menyindir yang diluar, ujung-ujungnya yang didalam tersinggung semua. Kan kita tidak tau latar belakang seluruh contact kita. Status sesingkat itu tidak menjelaskan apa-apa kecuali cibiran kita saja.

“Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya.” (Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti, Kitab Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 47)

Seseorang dapat dilihat dari lisan nya. –‘Ali bin Abi Thalib

Allahu a’lam bish showab. Sile kalau mau ditambah atau dikurang. Semoga menjadi pengingat untuk kita bersama

*btw akhirnya saya nulis lagiii, dengan status baru, a wife, hehe….

ujung perbatasan, 25 Juli 2011

http://rabytah.multiply.com/journal/item/119

2 thoughts on “Status 1 vs Status 2 vs Status 3 dst…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s