Buku · Ngeteh · Noted

Bookology : Why I Buy

Ada beberapa hal yang bikin saya memutuskan membawa sebuah buku pulang ke rumah, tentunya setelah membayar cash 😀 Saya bukan termasuk tipikal yang suka meminjam, jarang sekali. Untuk urusan buku saya lebih suka dengan “memilikinya”. Apalagi kalo dapet gratis dan pas pula saya suka :9 slrrp… That’s a luck must be😀

Tapi, dalam kamus saya, tertarik belum tentu saya akan membeli, harus timbul penasaran dulu hehe… Baru deh, rela merogoh kocek. Ada beberapa item yang bisa “menjerumuskan” saya untuk membeli sebuah buku, we’ll start here :

1. Judul Buku

Saya suka dengan judul-judul yang singkat. Menurut saya hal tersebut menambah nilai elegan pada sebuah buku. Tapi ya seperti yang saya terangkan di atas, suka judulnya belum tentu bikin saya beli.

2. Penulis

Siapa penulisnya bisa mempengaruhi “hasrat membeli” saya loh ternyata -_- Karena sering membaca saya jadi tau banyak latar belakang juga tendensi penulis-penulis tersebut. Apalagi kalo saya sering baca karyanya, bisa hafal gaya dia bercerita jadinya. Asik memang membaca itu🙂

3. Penerbit

Penerbit juga bertendensi, menurut saya.

4. Harga

sebenarnya, untuk urusan buku, seperti yang pernah saya ceritakan di-postingan sebelumnya, entah mengapa saya selalu merasa banyak duit hehehe :p walaupun ketebalan kantong 0,1 cm. Jadi jarang sekali item harga ini terpakai sebagai alasan hehe

5. Cover

Cover mu mengalihkan mataku. Yah, itu juga biasa terjadi pada saya. Ada satu penerbit yang saya suka design2 nya, dan sepertinya saya tidak punya satupun buku mereka :p Saya senang dengan design cover yang klasik, simple dan elegan. Cover yang saya kurang suka adalah cover yang penulis nya terpampang di depannya. Kurang suka aja🙂

6. Pembatas Buku (Bonus, dll)

Menurut saya buku yang menyediakan (tersedia) pembatas buku dalam paketnya adalah buku yang siap dibaca hihi… apalagi ditambah bonus lainnya *nyengir

7. Sinopsis

Buku tanpa sinopsis di belakangnya baga sayur tanpa garam, tanpa bawang, tanpa tomat, tanpa cape. Hambar. Datar. Gelap. Gamang. Yang beli yang gamang heheu ya iyalah, orang kan beli pasti pengen tau kisi-kisi ceritanya dulu. Item Sinopsis ini memiliki peran besar dalam menyeret saya ke meja kasir.

8. Kondisi

Misalnya pas saya lagi hamil, demeeeen amat beli buku tentang kehamilan dan reproduksi. Pas saya abis melahirkan dan punya anak, demeeeen amat cari referensi parenting. Begitulah😀

Trus apalagi yaa ?_? Kayanya itu aja dulu, nanti kalo ada disambung lagi. Yang jelas pada umumnya, yang saya lakukan sebelum membeli buku biasa cari sinopsisnya dulu di google. Walau kadang sampe toko buku bisa saja terjadi saya membeli buku yang lain hehe…

UmmuArkan

who-loves-free-books

One thought on “Bookology : Why I Buy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s