Noted

Note 21/04/2014

Belum lagi reda kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi di Jakarta International School (JIS), udah aja baca berita tentang pemerkosaan seorang siswi MTs di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar😦 >> http://www.tribunnews.com/regional/2014/04/18/siswi-mts-diculik-dan-dirudapaksa-10-pemuda-hingga-masuk-rsj.

Kasus ini bikin saya makin tau bahwa hukum di negeri ini keropos stadium akhir. Baca aja kasus keduanya dan bagaimana sikap pihak-pihak yang seharusnya membantu proses keadilan untuk korban dan keluarganya.

Hukum yang mengatur tentang pelecehan seksual adalah :

UU No. 23 Tahun 2005, Pasal 81

(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

UU No. 23 Tahun 2005, Pasal 82
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

KUHP – Pasal 289
Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

KUHP – Pasal 290
Diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun:
– Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang padahal diketahui bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya;
– Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin.
– Barangsiapa membujuk seseorang yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin, untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul atau bersetubuh diluar perkawinan dengan orang lain.

KUHP – Pasal 291
Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 286, 287, 289 dan 290 mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama 12 tahun.
Jika salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 285, 286, 287, 290 itu mengakibatkan mati, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2014/04/17/tutup-ruang-gerak-pelaku-pelecehan-seksual-anak/)

Ya ampun, bayangin, CUMA 15 tahun dan paling singkat CUMA 3 tahun ! Ga usah heran kita kalau kasus bejat ini masih terus terjadi dan meningkat. Seharusnya pelaku-pelaku ini di hukum mati, atau yang lebih buruk dari mati. Korban mereka bukannya menderita sehari dua hari, tapi seumur hidup. Belum trauma yang harus mereka tanggung😦 Ga jarang berakhir gila atau mati😦 Jahat luar biasa, apalagi pas baca berita tentang kedua anak ini, ya ampun, perasaan hati ikut hancur juga. Allah sebaik-baik pembalas, sungguh Allah sebaik-baik pembalas. Dan untuk keluarga korban, semoga kuat, semoga tabah😦

4 thoughts on “Note 21/04/2014

  1. Pemimpin di negeri kita tidak seberani Korea Selatan yang telah menerapkan hukuman kebiri untuk pelaku tindak kejahatan pelecehan seksual. Di banyak negara juga telah menerapkan hukuman mati untuk pemerkosa.

    Untuk kasus yang di Sumbar, saya merasa geregetan dengan ulah oknum polisi yang menghilangkan / membakar barang bukti, bahkan mengajak berdamai untuk kasus tersebut. Polisi seperti ini harus dipecat, dan kemudian diperiksa keterlibatannya dalam kejadian tersebut.

    1. harusnya begitu ya pak. dikebiri aja sekalian
      yg di sumbar, itu polisi atau pelaku nya ga tau terbuat dr apa, tega luar biasa
      sy sebagai perempuan marah sekali, dikira cuma kehilangan dompet apa😦

  2. Ngilu banget rasanya, harusnya penjahat kayak mereka nggak usah lama-lama diproses ini-itu, enak banget !. langsung ditindak aja, hukum mati sekalian kalo bisa. Geram !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s